Ilmu Dasar Dan Cara Pembentukan Bonsai

Ilmu dasar dan cara pembentukan bonsai
Ilmu dasar dan cara pembentukan bonsai bagi pemula

Daftar isi

Dasar dan cara pembentukan bonsai

Ilmu dasar dan cara pembentukan bonsai – Konsep pemahaman tentang arti seni Bonsai ini pada prinsipnya mencerminkan sebuah hubungan yang indah antara Sang Khalik dengan hasil ciptaanNya membuat ilmu dasar dan cara pembentukan seni Bonsai eksis sampai saat ini dan telah berlangsung sepanjang ratusan tahun seni bonsai.

Itulah sebabnya ilmu dasar dan cara pembentukan bonsai, sebuah Master piece pembentukan Bonsai dibuat dalam waktu yang cukup panjang dengan cara penanganan tingkat dan ketelitian yang tinggi.

Bacaan Lainnya

Mengingat proses ilmu dasar dan cara pembentukan bonsai yang sangat lama, maka bagi para pencinta Bonsai bisa mengisi kebutuhannya dalam membentuk dan menikmati cara proses pembentukan Bonsai dengan cara lain yang intinya mengaplikasikan kaidah-kaidah cara pembentukan Bonsai pada tanaman lain yang bukan pohon untuk mendapatkan bentuk Bonsai yang diharapkan seperti cara gaya pembentukan bonsai Tegak lurus ( Formal upright ), cara pembentukan bonsai Tegak ( Informal upright ), cara pembentukan bonsai Miring ( Slanting ), cara pembentukan bonsai Setengah menggantung ( Semi cascade ), cara pembentukan bonsai Menggantung ( cascade ), cara pembentukan bonsai Tertiup angin ( Wind swept ) dan cara pembentukan bonsai lain sebagainya.

Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai
Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai

Ilmu Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai


Salah satu syarat ilmu dasar dan cara pembentukan bonsai yang baik adalah berbentuk indah dan alami.

Indah artinya bonsai tersebut dapat memperlihatkan keharmonisan keseluruhan bagian tanaman bonsai dan keserasian dengan potnya.

Alami artinya bentuk bonsai tersebut tidak menyimpang dari bentuk pohon aslinya di alam liar. Secara umum ilmu dasar dan cara pembentukan bonsai berbentuk segi tiga asimetris.

Ada Lima Ilmu Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai

1. Ilmu dasar dan cara pembentukan bonsai Tegak lurus (Chokkan)

Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai
Bonsai Tegak Lurus


Cara pembentukan bonsai bonsai tegak informal oleh Jennifer Snyder via Flickr Creative Commons adalah contohnya lor, Tegak informal adalah favorit lain karena sangat memaafkan petani bonsai dengan anggaran terbatas

Cara bonsai yang diperlukan untuk membuat pembentukan bonsai gaya tegak informal berada dalam jangkauan untuk pecinta bonsai pemula dan menengah.

Pembentukan bonsai garis-garis berliku dari batang utama dan cara cabang-cabang memancar keluar dari belokan batang pembentukan gaya bonsai bisa menyembunyikan banyak kesalahan tumbuh dan kurang dari stok tanaman bintang.

2. Ilmu Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai Tegak Berliku (Tachiki)

Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai
Bonsai Tegak Berliku


Ilmu dasar dan cara pembentukan bonsai tegak berliku memiliki batang yang tegak tetapi berliku-liku dengan lekuk-lekuk yang teratur pada batang, dimana sebagai pembeda dengan pembentukan bonsai gaya tegak lurus. Pembentukan bonsai gaya ini seolah-olah menjadi simbol suatu perubahan sedangkan gaya bonsai tegak lurus menggambarkan suatu yang tetap. Pada pembentukan bonsai gaya tegak berliku yang murni, puncak pohon jatuh tepat di atas pusat pangkal batang, sedangkan batang tumbuh mulai dari tegak sampai miring sekitar 15 derajat.

3. Ilmu Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai Miring (Shakan)

Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai
Bonsai Miring (Shakan)


Ilmu dasar dan cara pembentukan bonsai miring membentuk gaya bonsai dengan bentuk gaya miring seolah sedang tertiup angin dan akan membuat tanaman ini terlihat unik. Pembentukan bonsai gaya yang dikenal dengan gaya shakan atau slanting ini mempunyai batang pohon yang tegak lurus namun miring sekitar 60-80 derajat. Sementara daun dan dahannya tetap tumbuh tegak lurus ke atas.

4. Ilmu Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai Setengah Menggantung (Han Kengai)

Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai
Bonsai Setengah Menggantung (Han Kengai)


Ilmu dasar dan cara pembentukan bonsai gaya semi cascade atau gaya Bonsai Setengah Menggantung atau han-kengai yang populer disebut semi-cascade ini adalah sebuah style atau gaya bonsai yang menggambarkan pohon tumbuh di tebing curam dengan batang yang miring dan cabang setengah menggantung.

5. Ilmu Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai Menggantung (Kengai)

Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai
Bonsai Menggantung (Kengai)


Ilmu dasar dan cara pembentukan bonsai cascade ditanam dalam pot tinggi. Pertumbuhan pohon bonsai harus tegak untuk bentangan kecil tapi kemudian menekuk ke bawah. Top mahkota bonsai terletak di bawah bibir pot atau menggantung mengikuti arah batang pokok, arah top mahkota bonsai ke atas.

Selain lima Ilmu dasar dan cara pembentukan bonsai, masih ada ilmu dasar dan cara pembentukan bonsai lain yang merupakan perkembangan dari kelima ilmu dasar dan cara pembentukan bonsai tersebut antara lain :

1. Ilmu Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai Sapu Terbalik (Hokizukuri)

Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai
Bonsai Sapu Terbalik (Hokizukuri)

Gaya bonsai sapu mungkin yang paling mudah dicapai dari semua gaya bonsai. Gaya bonsai ini adalah salah satu favorit saya karena kalian bisa mencapai tampilan ini hanya dengan memotong cabang dan memotong daun. Kalian juga bisa menumbuhkan dan mempertahankan gaya bonsai ini dengan dua alat dasar bonsai: gunting dan pemotong cekung. Gunting digunakan untuk memotong cabang kecil, ranting dan daun. Teknik gaya bonsai ini tidak memerlukan banyak bonsai menggunakan kabel dan pembengkokan cabang atau batang. Ini disebut gaya sapu karena menyerupai sapu terbalik.

2. Ilmu Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai Tertiup Angin (Pukinagashi)

Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai
Bonsai Tertiup Angin (Pukinagashi)

Gaya bonsai tertiup angin disebut fukinagashi. Penampilan gaya bonai ini terlihat dengan batang miring, nyaris jatuh menyentuh tanah. Gaya bonsai tertiup angin atau wind swept diadopsi oleh pembonsai dari sosok pepohonan di tepian pantai yang dahan dan rantingnya mengarah pada satu sisi lantaran terpapar angin.

3. Ilmu Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai Terpelintir (Nejikan)

Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai
Bonsai Terpelintir (Nejikan)

Gaya bonsai terpelintir, pohon dapat tumbuh terpelintir karena satu dan lain hal seperti tiupan angin yang berputar atau berganti-ganti arah pohon. Terkadang kita dapat menemukan pohon bonsai dari tanaman di alam bebas yang secara alami batangnya sudah terpelintir sehingga kita hanya perlu mengatur cabang-cabang dan ranting sesuai kriteria.

4. Ilmu Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai Tumbuh di Batu (Ishizuki)

Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai
Bonsai Tumbuh di Batu (Ishizuki)

Gaya bonsai ini dicirikan dengan tanaman yang tumbuh di atas karang atau batu dengan akar yang menjalar turun sampai ke tanah pada pot. Sebaiknya dipilih batu yang berpori kasar, bercelah-celah dan memiliki bentuk menarik serta berwarna tidak terlalu cerah.

Pohon dengan gaya dasar apapun atau dengan variasi gaya bonsai yang lain dapat ditanam di atas batu, namun sebagai bahan bonsai gaya bonsai ini harus digunakan tanaman yang sehat dan mempunyai akar yang cukup panjang.

5. Ilmu Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai Mencengkram Batu

Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai
Bonsai Mencengkram Batu

Gaya bonsai mencengkram batu salah satu gaya bonsai cara penanaman dan pembentukan bonsai paling unik adalah sekijoju atau sering juga disebut ishi seki yang artinya akar pohon ada diatas tanah dan mencengkram batu.

6. Ilmu Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai Menonjolkan Akar (Neagari)

Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai
Bonsai Menonjolkan Akar (Neagari)

Gaya bonsai menonjolkan akar atau biasa disebut dengan Neagari / Root Exposed ini adalah salah satu gaya bonsai dalam dunia seni bonsai yang meniru tumbuhnya pohon dilingkungan keras dan ekstrim seperti di pesisir, pinggiran sungai atau tebing terjal.

7. Ilmu Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai Cabang Merunduk (Shidarezukuri)

Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai
Bonsai Cabang Merunduk (Shidarezukuri)

Gaya bonsai cabang merunduk, satu lagi style atau gaya bonsai yang unik tapi kurang familiar di negara kita yaitu gaya bonsai merunduk atau Shidare zukuri (weeping). Pembuatan bonsai dengan gaya bonsai seperti ini yaitu dengan mengarahkan cabang-cabangnya kesamping lalu merundukkan ke arah bawah. Beberapa orang dalam komunitas kami gaya bonsai ini menyebutnya dengan “gaya rondo kramas” untuk bahasa parodinya.

8. Ilmu Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai Bebas (Bunjin)

Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai
Bonsai Bebas (Bunjin)

Gaya bonsai bebas ini merupakan gaya bonsai yang bebas, norma-norma gaya bonsai pada umumnya ditinggalkan dan yang terpenting adalah ekspresi dari orang pembuat bonsai yang sering diilhami oleh huruf-huruf kanji. Ciri utama dari gaya bonsai ini yaitu sebuah pohon tua yang berbentuk sedemikian rupa sebagai akibat dari tempaan cuaca yang sangat ganas.

9. Ilmu Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai Melingkar/Bankan/Coiled

Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai
Bonsai Melingkar/Bankan/Coiled

Gaya bonsai dengan gaya ini dicirikan dengan bentuk batang melingkar atau berbentuk spiral dari pangkal ke ujung.

10. Ilmu Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai Menonjolkan Akar/Neagari/Exposed Root

Dasar dan Cara Pembentukan Bonsai
Bonsai Menonjolkan Akar/Neagari/Exposed Root

Gaya bonsai ini dicirikan dengan akar-akarnya yang terlihat menonjol. Gaya bonsai ini menggambarkan tanaman yang tumbuh di pantai, rawa-rawa atau tebing sungai yang terkena erosi sehingga akar-akarnya menonjol dan bahkan seolah menjadi batang utamanya.

Untuk menjadikan bonsai berbentuk indah dan alami perlu dilakukan pembentukan bonsai (training) yang meliputi :

  • Pengaturan cabang, ranting dan anak ranting.
  • Pengawatan.
  • Perundukan dengan ikatan tali.
  • Pemangkasan batang, cabang, ranting, daun atau tunas daun.
  • Koreksi bonsai.

11. Ilmu Dasar dan Cara Pengaturan Cabang Bonsai


Untuk bonsai dengan gaya dasar tegak, tegak berliku dan miring, pengaturan cabang adalah sebagai berikut : Untuk bonsai dengan gaya dasar miring, cabang pertama arahnya berlawanan dengan kemiringan batang. Jarak antar cabang sebaiknya tidak merata, renggang pada bagian bawah dan makin keatas makin rapat.

12. Ilmu Dasar dan Cara Pengawatan Bonsai


Pengawatan dilakukan untuk membantu pembentukan (membetulkan lekukan atau arah) batang, cabang atau ranting. Kawat yang dipakai adalah kawat tembaga atau aluminium karena tidak berkarat sehingga tidak meracuni tanaman.

Besar kawat yang dipakai sekitar sepertiga dari besar batang, cabang atau ranting yang dililit. Kalau terpaksa bisa menggunakan 2 buah kawat sekalogus asal antar kawat tidak saling menindih. Sudut lilitan kawat kira-kira 45 derajat dengan jarak yang relatif sama.

13. Ilmu Dasar dan Cara Ikatan Tali Bonsai


Untuk membengkokkan cabang ke arah bawah selain dengan kawat dapat juga dengan tarikan tali (tali rafia). Ikatkan salah satu ujung tali ke cabang yang akan ditarik kebawah dan ujung tali satunya diikatkan ke pangkal batang, pangkal akar atau pot.

14. Ilmu Dasar dan Cara Pemotongan atau Pemangkasan Bonsai


Pemotongan dimaksudkan untuk memberi bentuk pada bonsai dengan membuang atau memendekkan batang, cabang atau ranting. Untuk pemotongan (pembuangan) cabang sebaiknya pada pangkal cabang tersebut dipotong datar (tidak menyisakan bekas cabang) atau agak melengkung ke dalam batang agar luka bekas potongan cepat tertutup kulit batang.

Begitu juga dengan pemotongan ranting pada cabang. Pada pemendekan cabang atau ranting, pemotongan dilakukan miring dengan luka potongan menghadap ke atas agar luka potongan cepat kering dan menutup.

Pembuangan tunas daun sebaiknya dilakukan secepat mungkin sebelum daun muda terbentuk agar tidak terlalu banyak energi yang terbuang akibat pemotongan tersebut. Tujuan pembuangan tunas atau daun muda adalah menghindari terbentuknya cabang atau ranting yang tidak diperlukan.

Khusus pada pengurangan daun pada salah satu cabang atau ranting adalah untuk menyeimbangkan ukuran cabang terhadap batang atau ukuran ranting terhadap cabang.

Biasanya makin banyak daun pada canang maka pertumbuhan membesar cabang tersebut lebih cepat dibandingkan dengan cabang yang daunnya sedikit, jadi perbanyaklah daun pada cabang atau ranting yang akan diperbesar ukurannya dan sebaliknya kurangi daun pada cabang atau ranting yang ukurannya melebihi standar. Ukuran yang baik bagi cabang adalah sepertiga dari ukuran batang dimana cabang tersebut berada.

15. Ilmu Dasar dan Cara Menentukan Ukuran Bonsai


Syarat utama bonsai adalah kerdil, indah-alami dan nampak tua. Langkah pertama pembuatan bonsai adalah membuat tanaman tersebut menjadi kerdil. Kerdil artinya ukuran bonsai tersebut relatif jauh lebih kecil dibandingkan tanaman sejenis yang tumbuh di alam bebas, sampai sekitar seper sepuluhnya atau lebih kecil lagi.

Berdasarkan Ilmu dasar dan cara pembentukan bonsai ukurannya terbagi menjadi 5 kelompok

  1. Mame bonsai (sangat kecil) 5-15 cm.
  2. Ko bonsai (kecil) 15-30 cm.
  3. Chiu bonsai (sedang) 30-60 cm.
  4. Dai bonsai (besar) 60-90 cm.
  5. Bonsai raksasa (sangat besar) 90-150 cm.

16. Ilmu dasar dan cara pengerdilan bonsai


Pada dasrnya semua tanaman dapat dikerdilkan dengan tiga macam perlakuan yaitu cara genetik, cara kimia dan cara fisik.

Perlakuan genetik adalah cara persilangan tanaman antar jenis atau varitas dan kemudian seleksi hasil persilangan tersebut.

Lewat teknologi mutakhir sifat tanaman dapat dimanipulasi dengan memasukkan gen pembawa sifat kerdil ke dalam tanaman yang dikehendaki. Pengerdilan dengan perlakuan genetik ini memerlukan waktu yang lama dan cara memanipulasi gen dilakukan di dalam laboratorium dan sangat sulit.

Perlakuan kimia adalah dengan memasukkan bahan kimia penghambat pertumbuhan tanaman (retardan), misalnya disemprotkan Cultar 250 EC, akibatnya daun, bunga dan buah mengecil serta ruas antar daun memendek.

Perlakuan fisik adalah cara paling umum dalam pengerdilan bonsai saat ini, antara lain dengan memotong batang atau pucuk tanaman (trimming), ditanam pada pot kecil, pemangkasan akar secara berkala, membuang tunas baru (bud nipping) secara terus menerus dan menempatkan bonsai pada tempat yang mendapat sinar matahari penuh.

Terimakasih sudah berkunjung di artikel web www.imanajwa.com untuk pembahasan tentang artikel Ilmu dasar dan cara pembentukan bonsai yang sudah saya jelaskan di atas dengan sedetail mungkin. Jika ada kekurangan saya mohon maaf semoga artikel di atas bisa bermanfaat untuk para pecinta Bonsai. Jangan lupa bagikan ke teman-teman Bonsai untuk berbagi pengalaman jika bisa bermanfaat atau berguna bagi sesama pecinta Bonsai.

Baca juga artikel terkait di bawah ini :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.