Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
BUKA/0PEN diBawah Yay

6 Tips Trading Saham untuk Pemula

 Tetap tertarik menjadi trader saham?


Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk kamu yang masih baru dalam dunia trading:

1. Paham tentang saham

Tips pertama adalah pahami dulu tentang cara kerja saham. Kapan jam perdagangan dibuka, istirahat, dan tutup. Setelah itu, pelajari tentang analisa saham, hal-hal yang mempengaruhi pergerakan harga, dan kapan harus beli.

Jangan karena semangat, malah jadi boncos. Sayang uangnya, apalagi jika modalnya diambil dari tabungan pribadi, bukan dana yang dikhususkan untuk investasi.

Selain itu, ubah juga mindset tentang uang. Meskipun memperoleh uang di saham termasuk mudah, tapi coba jangan bersikap greedy agar uangnya tidak mudah hilang.

2. Buat rencana trading

Kapan harus masuk dan keluar, hal ini bisa diketahui dari trading plan yang sudah dibuatkan sebelum transaksi dimulai. Trader harus mempunyai perencanaan yang matang dan menaati rencana tersebut, sehingga hasilnya sesuai yang diharapkan.

Aturlah time trading yang pas, tentukan persentase kerugian dan keuntungan maksimal. Ketika momen tersebut tiba, seorang trader tahu apa yang harus dilakukan.

3. Memilih emiten yang tepat

Tidak lupa pula untuk selalu mempertimbangkan emiten yang ingin dibeli sahamnya. Disarankan untuk memilih saham blue chip atau emiten yang masuk dalam indeks LQ45 guna meminimalisir potensi rugi.

Sebab, emiten yang termasuk di dalam keduanya memiliki kapitalisasi besar dan cenderung diminati pasar. Kinerjanya juga cenderung baik, sehingga harga saham yang turun dipastikan dapat naik kembali dalam beberapa waktu kemudian.

Dalam memilih emiten, seorang trader juga perlu memperhatikan laporan keuangannya. Dari sini, trader tahu apakah siklus keuangan perusahaan sehat atau sedang terganggu.

4. Mengontrol emosi

Harga saham sangat fluktuatif, terutama saham gorengan. Dalam hitungan menit saja, harganya bisa “diterbangkan” oleh bandar. Begitu pula sebaliknya, dapat diturunkan tanpa tanda-tanda apapun.

Penting agar seorang trader memiliki kemampuan kontrol emosi yang baik agar tidak salah mengambil keputusan. Jangan ketika harga saham turun sedikit, trader melakukan panic selling tanpa pikir panjang. Padahal, penurunan tersebut hanya gertakan bandar saja.

Alangkah baiknya wait and see terlebih dahulu. Selagi persentase ruginya belum mencapai batas yang ditentukan, maka tidak perlu dijual. Apalagi jika trading menggunakan uang dingin.

5. Bersikap realistis

Fokus trading adalah untuk mendapatkan keuntungan, berapapun jumlahnya. Jangan pernah berharap modal Rp 1.000.000 bisa berubah menjadi Rp 10.000.000 dalam sekejap mata. Dibutuhkan proses yang panjang untuk sampai pada titik tersebut. 

Jika ekspektasinya terlalu tinggi, yang ada makan hati, modal pun diam di tempat. Lain halnya jika seorang trader cukup beruntung pada hari itu.

6. Hindari all in

Jika ingin berinvestasi saham, hindari yang namanya all in. Artinya, membeli saham pada waktu yang sama dengan jumlah modal yang besar. 

Belilah saham secara bertahap. Lihat dulu kinerja saham yang sudah dibeli, lalu analisis apakah akan ada kenaikan dalam waktu dekat atau tidak. Dari sini, baru putuskan beli atau jual.

Tentukan Risiko Sebelum Memulai

Saham termasuk instrumen investasi berisiko tinggi. Sebaiknya tentukan dulu persentase risiko maksimal yang dapat diterima. Jika terjadi kerugian, Anda tidak stres berkepanjangan dan bisa tetap berinvestasi.