Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
BUKA/0PEN diBawah Yay

3 Tantangan Trading Saham


 Selain menjadi investor, tidak sedikit pula masyarakat yang menjadi trader. Meskipun rentang waktu untungnya lebih singkat, menjadi trader tidak semudah yang dibayangkan. Terdapat beberapa tantangan yang kerap kali muncul di depan mata, diantaranya :

1. Keterbatasan modal

Seseorang memilih menjadi trader bukan investor tentu karena keterbatasan modal. Akibatnya, peluang untuk membeli saham menjadi kecil. Ketika harga suatu saham turun dan modal tidak ada, trader secara tidak langsung telah membuang kesempatan untuk memperoleh keuntungan.

Keterbatasan modal membuat return investasi kurang maksimal. Aktivitas trading diharapkan dapat menambah modal secara perlahan, dimana keuntungan kecil dikelola sedemikian rupa hingga mencapai jumlah modal yang diharapkan.

2. Kurang percaya diri

Seorang trader mempunyai rasa percaya diri yang rendah, sehingga keputusan untuk menjual atau membeli saham sering kali didasarkan atas analisa orang lain. Akibatnya, perputaran modal menjadi lama atau sialnya malah rugi. 

Diperlukan pendalaman lagi untuk menumbuhkan rasa percaya diri tersebut agar tidak gampang terbawa arus. Belajar análisis fundamental, teknikal, dan laporan keuangan suatu emiten sebelum akhirnya mengambil keputusan.

3. Cenderung tamak

Tidak hanya trader, ketamakan dalam investasi saham juga terjadi pada beberapa investor. Disebut tamak karena tidak mau menjual saham meskipun sudah memperoleh untung yang lumayan. Dengan alasan kalau persentase untungnya belum sesuai yang diinginkan atau adanya asumsi kalau harga akan semakin naik.

Hingga kenyataan berkata sebaliknya, dimana harga saham turun drastis. Alih-alih ingin untung, malah rugi karena tamak dalam bermain.